Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

FISIP UMJ
Karier dan Pendidikan

Tanda Staf Humas Siap Melanjutkan Kuliah S1 Ilmu Komunikasi

Kenali tanda staf humas siap kuliah jurusan S1 Ilmu Komunikasi melalui RPL, dari memilah karya komunikasi hingga menyiapkan pengalaman untuk asesmen.

Tanda Staf Humas Siap Melanjutkan Kuliah S1 Ilmu Komunikasi

Bekerja sebagai staf humas membuat seseorang terbiasa berhadapan dengan banyak jenis komunikasi.

Ada pesan yang harus disusun untuk publik.

Ada informasi yang perlu disampaikan dengan bahasa yang tepat.

Ada koordinasi dengan pihak internal.

Ada pula situasi ketika sebuah pesan harus disesuaikan agar tidak menimbulkan salah pengertian.

Semakin lama bekerja, semakin banyak pula pengalaman yang terbentuk.

Kamu mulai mengetahui cara memilih kata.

Kamu mulai mengenali karakter audiens.

Kamu memahami bahwa pesan yang sama belum tentu cocok disampaikan dengan cara yang sama kepada semua orang.

Kamu juga mungkin sudah pernah terlibat dalam pembuatan materi komunikasi, publikasi, acara, media sosial, atau kegiatan hubungan masyarakat lainnya.

Namun, setelah beberapa tahun, pertanyaan baru bisa mulai muncul.

Mengapa sebuah pesan bisa diterima dengan baik oleh satu kelompok tetapi tidak oleh kelompok lain?

Bagaimana media memengaruhi cara orang memahami informasi?

Mengapa komunikasi organisasi perlu direncanakan, bukan hanya dibuat ketika dibutuhkan?

Dan apakah pengalaman yang sudah dimiliki dapat dikembangkan melalui pendidikan S1 Ilmu Komunikasi?

Bagi pekerja dengan pengalaman relevan, jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL dapat menjadi salah satu hal yang mulai dipertimbangkan.

 

Saat pekerjaan humas mulai menuntut pemahaman yang lebih dalam

Coba ingat kembali ketika kamu harus menyusun sebuah pesan untuk publik.

Informasinya mungkin terlihat sederhana.

Namun, sebelum dipublikasikan, kamu harus memikirkan banyak hal.

Siapa yang akan membaca?

Apa yang perlu mereka ketahui?

Bahasa seperti apa yang tepat?

Kanal apa yang akan digunakan?

Apakah pesan tersebut cukup jelas?

Apakah ada bagian yang dapat disalahartikan?

Pengalaman seperti ini menunjukkan bahwa pekerjaan humas bukan sekadar menulis.

Ada proses memahami audiens.

Ada pemilihan media.

Ada strategi penyampaian.

Ada pula kebutuhan menjaga hubungan antara organisasi dengan publiknya.

Semakin sering menghadapi situasi seperti itu, kamu dapat mulai menyadari bahwa banyak keputusan komunikasi selama ini dibuat berdasarkan pengalaman.

Pengalaman tentu penting.

Namun, rasa ingin tahu bisa berkembang.

Kamu mulai ingin memahami mengapa suatu pendekatan berhasil.

Mengapa pesan tertentu mendapat respons berbeda.

Bagaimana sebuah organisasi seharusnya membangun komunikasi dengan publik.

Pada titik ini, pekerjaan mulai berubah menjadi sumber pertanyaan belajar.

Itu dapat menjadi salah satu tanda kesiapan untuk melanjutkan pendidikan.

 

Kamu mulai bisa menjelaskan tujuan melanjutkan kuliah

Keinginan kuliah menjadi lebih kuat ketika kamu dapat menjelaskan apa yang ingin dikembangkan.

Bukan hanya:

“Saya ingin punya gelar S1.”

Tetapi:

“Saya ingin melengkapi pengalaman di bidang humas dengan pemahaman komunikasi yang lebih terstruktur.”

Atau:

“Saya ingin memahami strategi komunikasi, media, dan hubungan masyarakat agar pengalaman kerja saya berkembang.”

Tujuan seperti ini mempunyai hubungan langsung dengan apa yang sudah kamu lakukan.

Coba lihat kembali perjalanan kerjamu.

Apakah kamu lebih banyak menyusun pesan?

Apakah sering berhubungan dengan media atau publik?

Apakah banyak menangani komunikasi internal?

Apakah terbiasa mengelola media sosial organisasi?

Apakah pernah ikut menyusun strategi komunikasi untuk sebuah kegiatan?

Kemudian tuliskan satu kemampuan yang ingin dikembangkan.

Misalnya:

“Saya ingin lebih memahami cara menyusun strategi komunikasi.”

Atau:

“Saya ingin memahami bagaimana audiens menerima dan memaknai pesan.”

Tujuan yang spesifik membuat keputusan pendidikan menjadi lebih jelas.

 

Kamu mulai memilah karya komunikasi yang pernah dibuat

Bagi staf humas yang mempertimbangkan RPL, salah satu tanda kesiapan adalah mulai melihat kembali karya yang pernah dihasilkan.

Mungkin selama ini berbagai pekerjaan hanya tersimpan sebagai file lama.

Siaran pers.

Naskah publikasi.

Materi media sosial.

Dokumentasi acara.

Presentasi.

Artikel.

Kampanye komunikasi.

Atau bentuk karya lainnya.

Mulailah memilahnya.

Tidak perlu langsung memasukkan semuanya ke dalam satu folder.

Lihat mana yang benar-benar menunjukkan pengalamanmu.

Untuk setiap karya, catat beberapa hal sederhana.

Konteks: dibuat untuk kebutuhan apa?

Peran: apa yang kamu kerjakan?

Audiens: untuk siapa pesan tersebut dibuat?

Proses: bagaimana karya itu disusun?

Pembelajaran: apa yang kamu pelajari dari prosesnya?

Misalnya kamu pernah membuat materi publikasi untuk sebuah kegiatan.

Jangan hanya menyimpan desain atau teks akhirnya.

Catat bahwa kamu terlibat dalam menentukan pesan, memilih informasi, menyesuaikan bahasa, dan berkoordinasi dengan bagian lain.

Catatan seperti ini membantu pengalaman kerja menjadi lebih mudah dijelaskan.

 

Kamu mulai melihat karya bukan hanya sebagai hasil, tetapi proses belajar

Dalam pekerjaan humas, perhatian sering tertuju pada hasil akhir.

Posting sudah tayang.

Acara sudah selesai.

Siaran pers sudah dikirim.

Materi sudah dipublikasikan.

Kemudian pekerjaan berikutnya dimulai.

Namun, ketika mempertimbangkan pendidikan melalui RPL, pengalaman dapat dilihat dengan cara berbeda.

Pertanyaannya bukan hanya:

“Apa yang pernah saya buat?”

Tetapi:

“Apa yang saya pelajari ketika membuatnya?”

Misalnya kamu pernah menangani komunikasi ketika terjadi kesalahpahaman publik.

Dari situ mungkin kamu belajar pentingnya ketepatan informasi.

Kamu belajar bahwa kecepatan respons perlu diimbangi dengan kehati-hatian.

Kamu juga mungkin belajar bagaimana berkoordinasi dengan banyak pihak sebelum sebuah pesan disampaikan.

Atau kamu pernah mengelola media sosial.

Dari pekerjaan tersebut, kamu belajar bahwa cara menyampaikan informasi harus menyesuaikan karakter kanal dan audiens.

Pengalaman seperti ini mempunyai nilai pembelajaran.

Ketika mulai mampu menjelaskannya, kamu tidak lagi melihat pengalaman hanya sebagai daftar pekerjaan.

Kamu mulai memahami bagaimana pekerjaan membentuk kemampuanmu.

 

Kamu mulai mampu menjelaskan peranmu dalam sebuah karya

Satu materi komunikasi dapat melibatkan banyak orang.

Ada yang mencari data.

Ada yang menulis.

Ada yang mendesain.

Ada yang memberikan persetujuan.

Ada pula yang mengelola publikasinya.

Karena itu, ketika merapikan pengalaman, penting untuk menjelaskan peranmu secara konkret.

Daripada hanya menulis:

“Terlibat dalam kampanye komunikasi.”

Kamu dapat menjelaskan:

“Saya menyusun pesan utama, menyesuaikan materi untuk media sosial, dan berkoordinasi dengan tim desain sebelum publikasi.”

Penjelasan seperti ini membuat pengalaman lebih mudah dipahami.

Hal yang sama dapat dilakukan pada kegiatan lain.

Misalnya acara publik.

Apa tanggung jawabmu?

Apakah mengelola undangan?

Menyiapkan materi?

Berhubungan dengan media?

Menyusun informasi untuk peserta?

Menangani komunikasi setelah acara?

Semakin spesifik penjelasannya, semakin jelas pula pembelajaran yang terbentuk dari pengalaman tersebut.

 

Kamu mulai mengumpulkan bukti pengalaman yang relevan

Setelah karya mulai dipilah, langkah berikutnya adalah mencari bukti pengalaman lain.

Misalnya:

sertifikat pelatihan;

surat pengalaman kerja;

dokumentasi kegiatan;

materi kampanye;

artikel atau publikasi;

portofolio;

dokumen proyek;

atau catatan profesional lain yang relevan.

Tujuannya bukan sekadar menghasilkan folder yang penuh.

Bukti tersebut membantu pengalamanmu dapat dijelaskan dengan lebih konkret saat berkonsultasi mengenai jalur RPL.

Mulailah sederhana.

Buat tiga folder:

Karya komunikasi

untuk menyimpan hasil pekerjaan yang relevan.

Pengalaman profesional

untuk dokumen yang menjelaskan pekerjaan atau proyek yang pernah dijalankan.

Pelatihan dan pembelajaran

untuk sertifikat, kursus, atau kegiatan belajar lain.

Setelah itu, buat daftar singkat mengenai isi masing-masing folder.

Proses sederhana ini dapat membuat perjalanan profesional yang sebelumnya tersebar menjadi lebih mudah dipahami.

 

Kamu bersedia kembali belajar dari dasar

Pengalaman bekerja di bidang humas tidak berarti seluruh materi Ilmu Komunikasi nantinya sudah kamu kuasai.

Perkuliahan akan membawa kamu bertemu pembahasan yang lebih luas.

Ada penyampaian pesan.

Ada media.

Ada hubungan masyarakat.

Ada komunikasi interpersonal.

Ada strategi komunikasi.

Ada pula cara menganalisis bagaimana komunikasi terjadi dalam berbagai konteks.

Karena itu, salah satu tanda kesiapan adalah bersedia kembali menjadi pembelajar.

Kamu dapat mulai dari kebiasaan sederhana.

Baca materi pengantar komunikasi.

Perhatikan bagaimana sebuah berita menyusun pesan.

Bandingkan komunikasi dari dua organisasi berbeda.

Coba analisis mengapa satu pesan terasa jelas sementara pesan lain membingungkan.

Latih kemampuan menulis.

Latih presentasi.

Perkuat literasi media dan komunikasi interpersonal.

Bagi lulusan SMA/MA semua peminatan maupun SMK Broadcasting, Multimedia, Pemasaran, Perkantoran, atau bidang kreatif, beberapa pengalaman mungkin sudah terasa dekat.

Jika berasal dari bidang lain, proses belajar tetap dapat dimulai secara bertahap.

 

Kamu memahami hubungan S1 Ilmu Komunikasi dengan pengalaman humas

Program S1 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta mempelajari penyampaian pesan, media, hubungan masyarakat, dan strategi komunikasi.

Bagi staf humas, hubungan bidang tersebut cukup dekat dengan pekerjaan sehari-hari.

Kamu sudah menyampaikan pesan.

Kamu berhadapan dengan publik.

Kamu menggunakan media.

Kamu melakukan koordinasi komunikasi.

Namun, perkuliahan memberi ruang untuk memahami aktivitas tersebut secara lebih terstruktur.

Mengapa pesan dirancang dengan cara tertentu?

Bagaimana media memengaruhi komunikasi?

Bagaimana hubungan dengan publik dibangun?

Bagaimana strategi komunikasi direncanakan?

Jika sedang mempertimbangkan bidang ini, kamu dapat melihat informasi S1 Ilmu Komunikasi FISIP UMJ.

Saat membaca informasinya, hubungkan dengan pengalamanmu sendiri.

Misalnya:

“Saya sudah terbiasa menyusun pesan untuk publik, tetapi ingin memahami strategi komunikasi secara lebih terstruktur.”

Atau:

“Saya sudah bekerja dalam humas dan ingin memahami hubungan antara media, audiens, dan pesan lebih dalam.”

Jika hubungan antara pekerjaan dan bidang studi mulai terlihat jelas, alasan untuk melanjutkan pendidikan pun menjadi semakin konkret.

 

Kamu siap menerima bahwa pengalaman perlu dinilai

Jalur RPL tidak berarti seluruh pengalaman kerja otomatis menggantikan proses perkuliahan.

Pengalaman dan pembelajaran yang dimiliki tetap perlu dinilai melalui mekanisme asesmen yang berlaku.

Karena itu, kesiapan RPL juga membutuhkan sikap terbuka.

Kamu menyiapkan bukti.

Kamu menjelaskan pengalaman.

Kamu menunjukkan pembelajaran yang pernah diperoleh.

Kemudian proses asesmen menentukan apa yang dapat direkognisi dan pembelajaran apa yang masih perlu ditempuh.

Cara melihat RPL seperti ini membuat pengalaman profesional dan pendidikan saling terhubung.

Bukan sekadar mencari cara yang lebih singkat.

Tetapi melihat pembelajaran yang memang sudah terbentuk melalui perjalanan kerja.

 

Kamu mulai menyiapkan cara menjalani pendidikan secara konsisten

Pengalaman yang relevan dan jalur RPL tetap perlu diikuti dengan kesiapan menjalani proses pendidikan.

Mulailah dengan melihat jadwal kerja.

Kapan pekerjaan humas biasanya paling sibuk?

Apakah ada periode ketika acara atau kampanye membuat jam kerja bertambah?

Seberapa sering harus bekerja pada akhir pekan?

Kemudian lihat jadwal yang masih dapat digunakan untuk belajar.

Perhatikan juga energi.

Pekerjaan komunikasi sering membutuhkan koordinasi yang intens.

Karena itu, waktu istirahat juga perlu masuk dalam perencanaan.

Selanjutnya, lihat kondisi keuangan.

Catat biaya awal.

Perhatikan pola angsuran.

Tambahkan kebutuhan perjalanan, internet, perangkat, dan bahan belajar.

Kamu dapat menggunakan empat pertanyaan berikut:

  1. Apakah saya sudah mengetahui alasan ingin melanjutkan S1 Ilmu Komunikasi?
  2. Apakah saya mulai mampu menjelaskan pembelajaran dari pengalaman humas?
  3. Apakah saya sudah memilah karya dan bukti pengalaman untuk konsultasi RPL?
  4. Apakah saya mulai mempunyai rencana waktu, biaya, dan pola belajar?

Tidak harus semuanya selesai sekaligus.

Namun, tindakan konkret menunjukkan bahwa rencana pendidikan mulai bergerak dari keinginan menjadi persiapan.

 

Pengalaman humas dapat menjadi modal ketika kembali belajar

Pekerja humas membawa banyak pengalaman nyata ke ruang belajar.

Kamu pernah berhadapan dengan audiens.

Kamu pernah menyusun pesan.

Kamu pernah mengalami revisi berkali-kali karena satu kalimat terasa kurang tepat.

Kamu mungkin pernah menghadapi publik yang mempunyai pemahaman berbeda dari yang diharapkan organisasi.

Kamu juga sudah melihat bahwa komunikasi tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Pengalaman tersebut menjadi konteks yang berharga.

Ketika nantinya mempelajari strategi komunikasi, kamu mempunyai contoh nyata.

Ketika membahas hubungan masyarakat, kamu pernah menjalani koordinasi dengan publik.

Ketika mempelajari media, kamu sudah mengetahui bagaimana informasi disampaikan melalui kanal berbeda.

Artinya, pengalaman profesional tidak perlu ditinggalkan ketika kembali kuliah.

Pengalaman tersebut justru dapat menjadi bahan untuk memahami teori dengan lebih dekat.

 

Langkah kesiapan berikutnya bersama FISIP UMJ

Bagi staf humas dan pekerja komunikasi yang mempunyai pengalaman relevan, salah satu program yang dapat dipelajari adalah RPL S1 Ilmu Komunikasi FISIP UMJ.

Program S1 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta pada data program tercatat berakreditasi Baik, sedangkan institusinya berakreditasi Unggul.

Lulusannya memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.).

Perkuliahan menggunakan metode Hybrid Learning dengan jadwal:

Jumat: 17.00–20.30
Sabtu: 08.00–17.00

Untuk pembiayaan, data program mencantumkan biaya formulir sebesar Rp100.000 dan biaya herregistrasi sebesar Rp1.475.000.

Total biaya awal sebesar Rp1.575.000.

Tersedia pula simulasi pembayaran sebanyak enam kali angsuran sebesar Rp1.475.000 per bulan.

Kamu dapat mempelajari bidang studinya melalui halaman S1 Ilmu Komunikasi FISIP UMJ.

Informasi mengenai kampus dan program lainnya juga tersedia melalui website FISIP UMJ.

Jika jalur RPL menjadi pertimbangan, kamu dapat memulai dari pekerjaan yang paling dekat.

Buka kembali folder lama.

Pilih beberapa karya komunikasi yang menurutmu paling mewakili pengalaman.

Tuliskan peranmu.

Catat proses pembelajaran yang terjadi.

Kemudian kumpulkan bukti lain yang relevan.

Gunakan bahan tersebut saat berkonsultasi mengenai asesmen RPL.

Kamu juga dapat melihat kembali RPL S1 Ilmu Komunikasi FISIP UMJ sambil menyiapkan pertanyaan mengenai pengalaman dan pembelajaran yang dapat dibahas dalam asesmen.

 

Tanda kesiapan melanjutkan kuliah tidak hanya muncul ketika seseorang mulai ingin mempunyai gelar S1.

Bagi staf humas, kesiapan dapat terlihat ketika pengalaman komunikasi mulai dipilah, karya yang pernah dibuat mulai dilihat kembali sebagai proses belajar, dan perjalanan profesional tersebut mulai dihubungkan dengan pendidikan yang ingin ditempuh.

Pesan, proyek, dan pengalaman yang selama ini menjadi bagian dari pekerjaanmu dapat menjadi titik awal untuk langkah belajar berikutnya.